Gurilem. Cemilan Yang Familiar Namun Jarang Ada Yang Tahu Namanya

Mengenal Gurilem dari sejarah bahan darn cara buatnya

Siapa di sini yang sering makan cemilan kerupuk satu ini namun baru tahu namanya ? – Tidak hanya sobat lokal, admin juga baru-baru ini mengetahui namanya. Eh… Apa mungkin cuma admin aja yang nggak tahu yah ?

Kerupuk renyah dan pedas ini sering sekali menjadi pelengkap makanan dan cemilan sehari-hari. Rasanya yang enak, gurih dan pedas membuat kita ketagihan terus untuk memakannya.

Nah, Pada kesempatan kali ini, admin lokalklik akan share pada teman-teman tentang Gurileum. Kerupuk Khas Cililin biar kita nggak tahu makanannya doang ya kan… hehe

baca juga : Kicimpring Sunda! Cemilan populer khas Preman Pensiun! Ada resepnya lho

Mengenal Asal Muasal Gurilem

Harga jual Gurilem murah

Masih jarang sekali media yang membahas mengenai Gurilem ini. Namun jika di tanya gurileum ini khas daerah mana, kita bisa mengetahui itu dari namanya.

Gurilem berasal dari dua suku kata yaitu Gurih dan pelem, pelem ini merupakan bahasa sunda sehingga sudah di pastikan bahwa gurilem merupakan makanan khas suku sunda.

Pelem sendiri memiliki arti enak, dengan kata lain orang-orang pertama yang membuat nama untuk kerupuk ini ingin menegaskan bahwa kerupuk ini rasanya Gurih dan juga enak.

Sumber-sumber informasi makanan lokal kompak menyebutkan bahwa Gurilem ini berasal dari Cililin, salah satu daerah Kab. Bandung.

Dengan dalih banyak ditemukan rumah produksi dan pabrik-pabrik pembuat kerupuk Gurih Pelem ini di Cililin.

Meskipun untuk saat ini rumah produksi Gurilem sudah banyak tersebar di berbagai daerah, terutama di Jawa barat.

Gurilem memiliki beberapa ciri khas di antara produk kerupuk khas lain, salah satu yang menjadikan gurilem ini unik adalah proses pematangannya. Dimana pematangan gurilem tidak di masak, melainkan di sangrai menggunakan pasir halus.

Penasaran ?

Baca juga : Serba-serbi Dorokdok. Mengenal Proses Pembuatan & Perbedaannya dari kerupuk kulit

Bahan Dasar Dan Proses Pembuatan Gurilem

Kita akan berangkat menuju ke salah satu rumah pembuatan gurilem paling ke sohor, yaitu Kerupuk Gurilem edun buatan Haji M. Cucu yang sudah di rintisnya sejak 34 tahun silam.

kerupuk Gurilem Edun H. M Cucu

Bahan utama dari kerupuk gurilem ini adalah tepung Tapioka, atau orang-orang juga mengenalnya dengan nama Aci.

Proses Produksi Gurilem Edun banjaran

Pertama, Pengolahan adonan

Aci diuleni dengan dicampur dengan air panas kemudian di aduk-aduk hingga merata. Kira-kira sama halnya ketika membuat Cireng.

Adonan yang di uleni tadi kemudian di buat menjadi gumpalan-gumpalan sebesar bola sepak. Ukuran ini dibuat disesuaikan dengan ukuran lubang pengepres adonan nantinya.

Kemudian Adonan yang sudah di buat gumpalan-gumapalan tadi di pres menggunakan alat pres. Saat keluar dari alat pres, adonan tadi berubah menjadi semacam kumpulan tali berwarna putih.

Kemudian tali-tali adonan ini di potong-potong dengan panjang yang sudah di sesuaikan.

Terakhir, kumpulkan adonan-adonan mirip mie ini ke lempengan wadah bambu yang sudah di siapkan, yang nanti pada akhirnya akan di kukus.

Kedua, Proses kukus

Proses Kukus di lakukan menggunakan wadah drum yang di panaskan dengan tunggu batu bara. biasanya, untuk memaksimalkan proses kukus ini, pengolah menutup drum dengan plastik. Agar uap panas dari air mendidih tidak terbuang sia-sia.

Ketika, Proses Penjemuran

Proses menjemur dilakukan pertama-tama dengan memberikan pewarna merah pada gurilem yang sudah kering hasil kukus tadi.

Pewarna yang digunakan adalah perwarna makanan yang sudah disesuaikan dan aman untuk kesehatan.

Proses pemberian warna ini dilakukan terus hingga gurileum berubah warna menjadi orange cabai dan sedikit basah.

Setelah perwarnaan selesai, barulah penjemuran di lakukan. Penjemuran gurilem ini sangat tergantung dengan cahaya matahari. Sehingga banyak dari rumah pengolah gurilem ini berhenti memproduski gurilem saat musim penghujan tiba.

Siasat yang digunakan pengolah gurilem biasanya dengan mengatur produksi saat musim kemarau sehingga stok untuk musim hujan dapat tersedia.

keren memang bapak-bapak ini.

Keempat, Proses sangrai

Proses Produksi Gurilem di banjaran

Gurileum yang sudah kering kemudian di sangrai menggunakan drum besar yang terus berputar berisar 5 menit.

Setelah itu gurilem di angkat, gurilem akan di tapis untuk menghilangkan sisa-sisa pasir yang menempel.

baca juga : Sejarah wajit

Kelima, Pemberian Bumbu Cabai merah

Proses Produksi Gurilem di banjaran

Pemberian bumbu ini memiliki takaran 1 banding 4. Ini juga yang menjadi nama khas dari Gurilem yang di produksi di sini, yaitu “Edun” atau Edan pedasnya.

Gurilem yang sudah di sangrai tadi kemudian di masukan ke dalam drum yang sudah di campur dengan bumbu cabai merah tadi. Drum kemudian di putar dengan intensitas yang sudah di sesuaikan.

Biasanya proses pemutaran ini dilakukan sebanyak 50 kali putaran.

Keenam, Proses Pengemasan

Mengenal Gurilem dari sejarah bahan darn cara buatnya

Gurilem yang sudah di beri bumbu cabai merah, kemudian di pindahkan ke tempat pengemasan. Proses pengemasanpun sangat sederhana, yaitu dengan memasukan gurilem pada wadah plastik yang sudah di siapkan, kemudian di beri label dan di tutup menggunakan api lilin.

Mengenal Gurilem dari sejarah bahan darn cara buatnya

bagaimana ? Apakah teman lokal sudah mulai kenal dengan makanan khas ini dan ingin segera membelinya ?

Yuk dukung produk-produk lokal untuk memajukan Ekonomi dalam negri, hehe… Terimakasih telah menyimak artikel kali ini, bila sobat suka jangan lupa share…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas