Kampung Pulo Garut – Ada Larangan Uniknya. Apa Saja ?

Kampung Pulo Garut

kampung Pulo Garut – Selamat datang kembali di lokalklik.com. Terkhusus admin ini, memang lebih senang mengulas budaya lokal khas Garut sebab admin sendiri merupakan warga Garut.

Bila teman lokal berniat bermain ke Garut, dan ingin mengetahui berbagai tempat yang unik untuk di kunjungi, kemarin, admin sudah ulas mengenai Situ Bagendit yang mendapat renovasi dan benar-benar di buru wisatawan hingga saat ini. Situ Bagendit merupakan tempat wisata yang mudah di akses dan benar-benar ramai.

Mungkin situ bagendit akan kurang cocok bagi teman lokal yang tidak terlalu suka keramaian.

Nah tempat yang akan saya rekomendasikan ini mungkin bisa menjadi solusinya.

Mungkin sobat tertarik untuk berkunjung ke kampung Pulo.

Seberapa unik kah kampung Pulo Garut ? Yuk kita simak pada kesempatan kali ini

Mengenal Kampung Pulo Lebih Dekat

Mengenal sejarah kampung Pulo

kampung Pulo ialah perkampungan yang terletak di tengah-tengah kawasan situ cangkuang. Letak Geografisnya bertepatan di Desa Cangkuang, Kp. Cijakar, KEc. Leles – Garut.

Berdasarkan cerita rakyat, Dahulu warga kampung Pulo ini beragama Hindu. Lauli Embah Dalem Muhammad kemudian menyebarkan Islam terhadap masyarakat kampung Pulo. Kedatangan beliau disebabkan oleh kekalahannya akan perang antara kerajaan Mataram melawan Koloni Belanda dan Beliau enggan untuk mundur kembali ke mataram, hingga akhirnya beliau berdiam diri di Kampung Pulo untuk menyebarkan ajaran Islam.

Kenapa hanya ada 7 Bangunan di Kampung Pulo ?

Jika teman lokal berkunjung ke Kampung Pulo, teman lokal akan melihat ada 6 buah rumah adat berjejer saling berhadapan ditambah satu masjid. Hal ini sama persis dengan anak wanita dari Embah Dalem Arif Muhammad yang berjumlah 6 orang dan 1 anak laki-laki.

Menariknya nih, jumlah rumah adat tersebut tidak boleh berkurang atau bertambah, hanya akan ada 6 kepala keluarga disana, sehingga bila anak-anak dari kepala keluarga tersebut tumbuh dewasa, mereka harus meninggalkan lingkungan keenam rumah adat tersebut.

Pewaris rumah-rumah yang ada di kampung pulo adalah kaum perempuan, sedangkan untuk anak laki-laki yang sudah menikah, harus pergi meninggalkan perkampungan.

Hingga saat ini, hanya terdapat 23 orang yang mendiami kampung Pulo Garut. Penduduk ini terdiri dari 13 laki-laki dan 10 perempuan. Yang merupakan generasi ke 8 sampai 10 dari Eyang Dalem.

Keunikan keunikan yang ada di kampung Pulo

keunikan dan larangan kampung Pulo

Kenapa sih kampung Pulo menjadi salah satu destinasi wisata yang patut anda kunjungi ? Sebab di kampung pulo masyarakat lokalnya masih memegang erat budaya warisan nenek moyangnya.

Beberapa diantara budaya-budaya khas kampung pulo Garut ini sangat unik sehingga memancing orang untuk mencari tahu lebih lanjut.

Berikut ini beberapa budaya kampung pulo Garut

1. Syarat khusus untuk berjiarah

Bara api, minyak wangi, bungu-bungaan, serutu dan kemenyan dipercaya dapat mendekatkan diri kepada roh-roh para leluhur. Admin belum bisa memastikan apakah ini ajuran atau larangan.

Meskipun kita tidak mempercayai hal-hal demikian, namun alangkah baiknya untuk menghargai guna menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sumber : https://jabarprov.go.id/

2. Dilarang Berjiarah hari rabu

Ada suatu larangan unik lagi di Kampung pulo, yaitu para pejiarah dilarang berjiarah pada hari rabu, bahkan pada jaman dahulu penduduk lokal enggan dan tidak diperkenankan untuk bekerja berat pada hari tersebut.

bahkan Embah Dalem juga enggan menerima tamu, meskipun alasan Embah Dalem ini adalah hari rabu sangat penting untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama.

3. Warga Lokal tidak diperkenankan memelihara hewan berkaki empat

Keunikan berikutnya yang bisa teman lokal temukan di kampung pulo adalah di kampung pulo Garut, masyarakat tidak diperkenankan untuk memelihara hewan besar kerkaki empat seperti sapi, kerbau, kambing dan domba.

Hewan-hewan besar berkaki empat ini berpotensi besar dapat merusak sawah dan kebun masyarakat kampung pulo sehingga memeliharanya dilarang. Ditambah dengan banyaknya makam keramat yang khawatirnya, hewan besar berkaki empat tersebut merusak atau mengotori makam.

4. Upacara Khusus Pemandian Benda Pusaka

Kemudian, pada setiap tanggal 14 Bulan maulid, pelaksanaan upacara adat berupa memandikan benda pusaka biasa di lakukan.

larangan adat masyarakat kampung pulo

5. hajat Buruan

hajat Buruan merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat kampung Pulo. hajat buruan sendiri memiliki arti Syukuran di halaman rumah. Tujuan hajat ini guna menolak bala bahaya dan musibah. Seperti yang terjadi pada saat pandemi beberapa tahun terakhir ini. Biasanya acara hajat buruan ini di pimpin oleh bapak kuncen kampung pulo.

6. Tidak Diperkenankan Menabuh Gong Besar

Asal muasal larangan ini berdasarkan kisah dari anak Embah dalem Arif Muhammad.

Berdasarkan cerita yang ada, Sebuah Pesta besar-besaran dilakukan guna memeriahkan anak laki-laki Embah disunat. Salah satu benda yang mengiringinya adalah gong besar.

Akan tetapi, saat arak-arakan berlangsung, ada musibah yang menyebabkan anak tersebut terjatuh dari tandu dan anak tersebut meninggal dunia.

Masyarakat meyakini, agar hal tersebut tidak terulang kembali, Menabuh Gong besar ini di larang, terutama oleh keturunan langsung warga kampung Pulo

7. Tidak boleh menambah dan mengurangi jumlah bangunan yang ada di kampung Pulo

Sebagaimana kita ketahui, kampung pulo memiiiki 6 bangunan dan satu mushola. Jumlah bangunan ini tidak boleh diubah, baik itu di tambah dan dikurangi.

8. Rumah-rumah tersebut harus memiliki bentuk Memanjang

Aturan berikutnya dalam hal bangunan adalah bentuk bangunan tersebut yang tidak boleh beratap prisma, selamanya harus memanjang (jolopong).

Daya tarik Destinasi Wisata Kampung Pulo

Destinasi ini menawarkan wisata sejarah yang unik dan tidak mungkin ditemukan di tempat lainnya.
Sebagaimana teman lokal ketahui, disana terdapat larangan-larangan unik yang selalu di jaga oleh warga penduduk asli kampung Pulo.

Ketika teman lokal singgah ke kampung pulo, maka teman lokal akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah dan suasana yang asri yang jauh dari hirik pikuk kendaraan.

Hal ini bukan tanpa alasan, Letak kampung pulo yang berada di tengah situ Cangkuang mengharuskan para pengunjung yang hendak berkunjung baik berupa jiarah atau hanya tujuan wisata harus menggunakan rakit melewati situ cangkuang.

Rakit cangkuang ke kampung Pulo

Selain wisata sejarah, kembali mengingat kampung pulo yang berada di daerah wisata cangkuang menjadikan wisata ke kampung pulo tidak sia-sia sebab teman lokal bisa langsung berkunjung ke candi cangkuang sebagai destinasi wisata yang juga cukup Ikonik di Garut.

Kawasan ini merupakan kawasan yang cukup baik sebab kebersihannya sangat terjaga dengan tingkat kebisingan yang sangat rendah. Wisata yang sangat cocok bagi teman lokal yang membutuhkan ketenangan.

Selain candi Cangkuang, situ cangkuang dan Kampung Pulo, Kita juga bisa menemukan wisata lainnya di sekitaran Situ cangkungan.

Namanya adalah

Desa Wisata Cangkuang

Desa wisata cangkuang garut

Jika di kampung pulo kita akan di suguhkan dengan pemandangan asri dan penuh dengan peninggalan sejarah. Di desa wisata cangkuang ini memiliki nuansa kekinian dengan ragam spot Foto lebih modern kesukaan para milenial.

Desa Wisata situ cangkuang merupakan objek wisata yang berada di kampung Lolohan RT/RW 02/13 Desa Cangkuang Kec. Leles – Garut.

Letaknya, berdampingan dengan cagar budaya candi cangkuang.

Di leles anda bisa menemukan burayot, salah satu makanan khas garut yang wajib anda coba bila berkunjung ke Garut

Berminat Berkunjung ke kampung Pulo ?

Bagi teman lokal yang berniat ingin berkunjung ke kampung Pulo, maka sebaiknya kenali beberapa peraturan yang ada.

Tiket Wisata Kawasan Situ Cangkuang

harga tiket kampung pulo garut

Fasilitas yang bisa teman lokal dapatkan ketika berkunjung ke situ cangkuang dan kampung pulo Garut adalah

  • Masjid
  • Kamar mandi
  • Toilet

Sedangkan fasilitas wisata :

  • Museum Candi Cangkuang
  • Saung gazebo
  • Spot Selfie
  • pasar Wisata
  • Rakit
  • Tourist Information Center

Harga Tiket masuk Situ Cangkuang

  • Dewasa Rp. 10.000
  • Anak-anak Rp. 5000

Harga tiket kampung Pulo

  • Rp. 5000 / orang
    atau
    • Rp. 100.000 untuk sewa /rakit

Harga tiket Desa wisata

  • Dewasa Rp. 10.000
  • Anak-anak Rp. 5000

Letak Geografis Kampung Pulo :

Demikian Ulasan kali ini mengenai keunikan dari kampung Pulo Garut. Semoga bisa bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas