Bernostalgia Dengan Engklek, Permainan Tradisional Pelatih Insting Anak

Mengenal Engklek, permainan tradisional pelatih insting

Permainan tradisional Engklek – Saat ini, sudah jarang kita temukan anak-anak bermain permainan tradisional. Padahal, banyak jenis permainan tradisional yang bisa kita mainkan dulu. Salah satunya adalah Engklek, atau orang Garut nyebutnya sondah.

Jaman dulu, saat sebelum generasi kita diserang oleh Gatget, bermain engklek ini menjadi permainan rutinan yang sering dimainkan pada saat istirahat sekolah atau di sore hari.

Permainan engklek atau sondah ini akan lebih sering dimainkan jika anak-anak saat ini melihat pecahan plafon eternit atau Genteng. Karena biasanya pecahan bahan inilah yang akan dijadikan alat bermainan mereka.

Pecahan genteng untuk bermain engklek

Jika kita mulai bosan bermain engklek, kita akan bermain perminan tradisional lainnya yang tidak kalah seru seperti baren, permainan karet, Gobak sodor dan masih banyak lagi.

Teringat waktu dulu saat dalam satu lapangan, sudut lapangan satu anak-anak perempuan sibuk bermain engklek, disudut lain bermain karet dan congklak. Sementara anak laki-laki bermain Baren. Cukup sering juga kita temukan untuk permainan gobak sodor dimainkan antara laki-laki melawan perempuan.

dan, kita semua tahu siapa yang menjadi pemenangnya bukan.

Mengenal Permainan Engklek

Permainan tradisional ini memiliki banyak nama khas di daerah-daerah, seperti Sondah sebutan urang sunda, Setatak di Riau, Marsitekka di Batak Toba, Dampu bulan/deplok di Betawi, Siki doka di NTT, Tengge-tengge di Gorontalo, Gili-gili di Merauke, cak lingking di Belitung dan masih banyak lagi.

Sejarah Permainan Engklek

Tidak ada bukti sejarah otentik dalam menjelaskan sejarah permainan Engklek lebih terperinci. Namun berasalkan beberapa sumber yang admin dapatkan, Permainan engklek diyakini ini merupakan permainan yang dibawakan Belanda dengan nama asli Zondag maandag.

Anak eropa bermain Zondag Maandag

Dugaan ini didasari oleh penemuan permainan lompat-lompat yang sudah lebih dulup populer di Eropa. hopscotch merupakan nama permainan dari Britania Raya yang sudah ada sejak zaman kekaisaran Romawi kuno. Kedua, permainan lompat-lompat ini banyak dimainkan oleh anak-anak Belanda di Indonesia yang kemudian di Tiru oleh masyarakat Indonesia.

Nama Zondag maadag ini kemudian diadopsi dalam bahasa setempat menjadi sunda manda. Permainan Zondag maadag ini bertahan dan tetap sering dimainkan anak-anak Indonesia sampai saat ini.

Cara Bermain Engklek

Mengenal Tipe Arena lapangan Bermain engklek

Umumnya Permainan ini dilakukan di area Outdoor. Karena biasanya, untuk membuat arena permainan menggunakan kapur atau bubuk batu bata merah. Untuk ukuran sendiri biasanya disesuaikan dengan umur anak-anak yang akan bermain, untuk anak berumur 6 sampai 8 tahun biasanya memiliki ukuran arena bermain yang lebih kecil dibandingkan anak yang lebih tua dari mereka.

Permainan engklek ini akan sangat nyaman dimainkan di lapangan cor yang datar.

Untuk bentuk peta bermain sendiri bermacam-macam dan berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan daerah tersebut.

permainan sondah Khas Cibatu Garut

Didaerah saya sendiri Arena lapangan dibentuk dengan kotak-kotak yang berderet dengan akhir setengah lingkaran. Setengah lingkaran ini sering juga disebut Gunung karena berada di ujung dan menjadi tahap akhir menyelesaikan permainan.

Sementara arena permainan engklek paling banyak digunakan adalah arena yang memiliki sembilan kotak seperti pada gambar ini :

Peta permainan Engklek

Aturan Bermain Engkek

Permainan sondah ini dimainkan dengan aturan yang cukup sederhana. Yang harus dilakukan para pemainnya hanya melompati kotak-kotak yang sudah dibuat satu persatu sampai akhir. Pemain harus melawati kotak-kotak itu menggunakan satu kaki.

Umumnya kaki yang digunakan adalah kaki kanan, namun tidak ada aturan tertulis bahwa harus menggunakan kaki kanan. Yang tidak boleh adalah mengganti kaki yang digunakan untuk melompat.

Pemain tidak boleh menginjak garis pada arena. Jika pemain menginjak garis tersebut maka pemain akan gagal dan diganti pemain lain.

Apakah hanya seperti itu saja ?

Tentu tidak…

Langkah-langkah bermain

Untuk membuat permainan lebih menarik, maka dibuat aturan tambahan yaitu :

Para pemain yang biasanya dimainkan oleh 4 orang ini diharuskan memiliki alat untuk dilempar ke kotak arena permainan seperti dadu, pecahan genteng atau pecahan plafon rumah sebagai alat lempar nantinya.

Diawal permainan, Semua pecahan genteng tersebut di pegang oleh masing-masing pemain.

langkah-langkah bermain permainan engklek/sondah
  1. Pertama-tama Pemain diharuskan mengatur giliran siapa yang pertama kali bermain. Biasanya mereka melakukan hompimpah untuk mendapatkan giliran
  2. Setelah urutan orang bermain di tentukan, langkah selanjutnya adalah memainkan permainan sondah bergiliran.
  3. Pemain awalnya melemparkan pecahan genting atau pecahan plafon eternit ke bagian kotak nomor 1. Jika pemain gagal melempar pada kotak nomor 1, maka pemain di ganti. Namun, jika pemain berhasil melempar pecahan genteng ke kotak yang dituju, selanjutnya pemain harus melompat ke kotak yang tidak ada pecahan gentengnya. (pecahan genteng selanjutnya disebut dadu untuk mempermudah paragraf)
  4. Pemain melompat menggunakan satu kaki melalui kotak-kotak berurutan sesuai dengan nomor yang telah ditulis. 2, 3, kemudian nomor 4 & 5 di injak berbarengan menggunakan 2 kaki sekaligus, lalu kotak nomor 6 dengan satu kaki kembali dan nomor 7 & 8 dengan kedua kaki lagi. terakhir gunung di injak dengan kedua kaki
  5. Setelah sampai di peta gunung, pemain kembali lagi ke kotak sebelumnya hingga sampai ke kotak nomor 2, pemain mengambil dadu permainan di kotak nomor 1.
  6. Pemain ini melanjutkan dengan melempar batu ke kotak nomor 2. Jika lemparan pas, maka pemain harus melompak ke kotak yang tidak ada dadunya yaitu 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Aturan lompat sama saja.
  7. Setelah pemain sampai di gunung, dan kembali, di kotak nomor 3, maka pemain mengambil dadu di kotak nomor 2 kemudian menginjakan kaki ke kotak nomor 2 dan `1
  8. Setelah itu, pemain akan melempar kembali dadu ke nomor berikutnya, dan melangkah kembali. Terus begitu sampai kegunung
  9. Setelah kotak gunung berhasil terpasang dadu kita, selanjutnya dadu kita di lempar ke area luar di depan gunung.
  10. Disini pemain harus cermat dalam melempar, jangan terlalu jauh karena setelah sampai di gunung, pemain harus menginjak dadu (pecahan genteng) tersebut sebagai tempat nanti kita melempar dadu ke bagian kotak yang akan kita miliki. (umumnya, lemparan di lakukan dengan pemainan mengarah kebelakang peta perminan sehingga melatih insting dan kejelian dalam melempar dadu)
  11. Jika pemain tersebut sudah melempar dadu tersebut dan tepat berada pada salah satu kotak bernomor, maka kotak tersebut akan menjadi miliknya, sehingga pemain tersebut boleh menginjakan kedua kaki di kotak tersebut pada permainan selanjutnya.
  12. Sementara pemain lain tidak boleh menginjakan kaki di daerah tersebut.
  13. Kotak tersebut biasanya di tandai dengan coretan bintang plus nama pemain

Pemain gagal bila :

aturan permainan engklek sondah
  1. Bila lemparan dadu tidak sesuai dengan kotak yang seharusnya di tuju maka pemain tidak berhak melanjutkan permainan dan di ganti pemain lain.
  2. Jika pemain menginjak kotak tidak sesuai aturan, misalnya menginjak kotak dengan dua kaki atau menginjak kotak yang ada pecahan genteng maka pemain tidak berhak melanjutkan permainan
  3. Jika pemain menginjak garis peta permainan, maka pemain tidak berhak melanjutkan permainan dan di ganti pemain lain.
  4. Jika pemain menginjak kotak bintang milik orang lain, maka pemain gagal dan harus diganti pemain berikutnya.

Permainan semakin seru bila :

aturan bermain engklek
  1. Sudah sedikit kotak yang tersisa sehingga pemain harus meloncak dengan sangat jauh untuk menginjakan kotak yang harus di injak selanjutnya.
  2. Perebutan kotak bintang terakhir.

Pemenang permainan Engklek adalah :

Pemain yang memenangkan permainan adalah pemain yang memiliki kotak bintang paling banyak.

aturan permainan tradisional engklek

Manfaat permainan engklek

banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika bermain permainan ini. Yaitu :

  1. Melatih otot kaki menjadi lebih kuat
  2. Melatih ketepatan lompatan
  3. Melatih Insting dan ketepatan pada saat melempar pecahan genting
  4. Melatih strategi dalam melempar pecahan genteng pada kotak bintang pada posisi stategis.

baca juga : “Pepeletokan” Permainan Tradisional Sunda Yang Terbuat Dari Bambu

Nilai Filosofi pada permainan Engklek

Permainan ini bisa di artikal sebagai simbol dari usaha manusia untuk membangung rumahnya. Tergambar saat pemain berusaha berjuang melewati rintangan engklek kemudian menentukan kotak yang ingin ia buat rumah. Namun dalam usahanya, manusia tidak boleh menabrak aturan-aturan yang berlaku. Sebagaimana aturan yang ada pada permainan engklek ini.

Mari lestarikan kembali permainan tradisional kita ini. Karena banyaknya anak-anak saat ini yang lebih menyukai permainan online, maka dengan adanya artikel ini semoga saja mengingatkan anak-anak dan mungkin anda untuk tidak melupakan permainan engklek ini.

Semoga bermanfaat.

5 tanggapan pada “Bernostalgia Dengan Engklek, Permainan Tradisional Pelatih Insting Anak

  1. Sekarang sudah sangat jarang sekali anak” bermain permainan tradisional, terlebih lagi di saat pandemi.
    Btw, sangat informatif ulasannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas