Tahu Pusat Kuliner Di Garut? Pasar Ceplak Pastinya

Pasar Ceplak Garut Jl Siliwangi

Pasar ceplak – Kadang, pada saat kita berkunjung ke suatu tempat, kita sering bingung bagaimana cara mendapatkan oleh-oleh khas daerah tersebut. Nah, untuk mengatasi rasa bingun teman lokal yang ingin membeli produk lokal khas Garut, ada pasar yang khusus menyediakan aneka olahan lokal terkhusus makanan khasnya. Namanya pasar Ceplak.

Dengan ragam makanan khas Garut yang begitu banyak, unik serta cukup sulit untuk didapatkan di kota lain tentu membuat kita harus mau tidak mau pergi berkunjung ke daerah asalnya. Misalnya kita ingin mendapatkan Kue Burayot, tentu kita harus berkunjung ke tempat penjual burayot tersebut demi mendapatkan burayot yang masih hangat dari pedagangnya langsung.

Lokasi Pasar Ceplak Yang Buka Saat Menjelang Malam

Pasar Ceplak siang hari
Pasar Ceplak siang hari terlihat sepi

Pasar Ceplak sendiri berlokasi di jalan siliwangi, berbatas lintasan Jl Ciledug dan Jl. Cikuray, tengah kota Garut. Pasar ceplak hanya buka pada malam hari, tepatnya dimulai saat pukul 16.00 WIB dan mulai tutup-tutup jam 22.00 WIB. jam-jam paling ramai pasar ceplak adalah ba’da magrib hingga jam 20.00 WIB.

Meskipun mulanya pasar ceplak ini bernama pasar kaum karena berlokasi di Dekat masjid Agung Garut. Dibawah kerimbunan pohon besar di sudut alun-alun ditambah dengan pengunjung Mesjid Agung yang tidak pernah sepi dari pengunjung membuat jumlah pedangan disekitar masjid Agung ini makin membludak.

Hingga pada akhirnya, pedangan di depan Masjid tersebut direlokasi ke badan Jl. Siliwangi. Bagusnya, para pedangan berlega hati, sebab pasar baru tersebut yang saat ini populer dengan nama pasar ceplak ini sangat strategis. Pertama karena berada di dekat bioskop Odeon, kedua sebab dekat padepokan seni tradisional sandiwara sudan “Margaluyu”, yang terletak di seberang kantor pos.

Sempat Direlokasi Kembali Ke Jl. Mandalagiri

Perpindahan pasar Ceplak

Pasar Ceplak sejatinya berulangkali mengalami relokasi. Pada tahun 1986, Bupati saat itu H Taufik Hidayat, pasar ceplak sempat dialihan ke Jalan Gunung Payung.

Pasar Ceplak yang mengarungi zaman kejayaan Garut bergelar Kota Intan pun, pernah berulangkali menjalani relokasi. Pada 1986, masa kepemimpinan Bupati Garut H Taufik Hidayat, Pasar Ceplak dialihkan ke Jalan Gunung Payung.

Aksi “Gerakan Usaha Lingkungan Sehat” (Garut Gelis) membuat pasar ceplak di pindahkan dari pusat kota. Akan tetapi perpindahan itu hanya berlangsung semusim saja, pasar Ceplak kembali berada di Jalan Siliwangi.

Baca juga : Mengenal Endog Lewo, Cemilan Legit Yang Jarang Orang Tahu

Dari mana Nama Pasar Ceplak ini? Yuk kenali sejarahnya

Franz Limiart, yang merupakan budayawan lokal Garut menyebutkan bahwa pasar Ceplak sudah ada sejak tahun 1940. Dimana saat ini masyarakat kerapkali jajan makanan tradisional di sekitar pendopo dan Babancong dari pukul 16.00 hingga 24.00.

Pada mulanya, banyak pedangan berkumpul di pasar Ceplak, lama kelamaan pedagang makin banyak dan disertai dengan pembeli yang makin mengenal tempat langganannya. Beraneka Jajanan nyeplak disajikan saat itu, seperti ikan bakar, cucur, kelepon, gemblong, pepes, cucur dan gurandil.

Hingga aktifitas ini menjadi kebiasaan yang dilakukan warga Garut sampai saat ini.

Mengenal sejarah pasar ceplak Garut

Nama ceplak sendiri berasal dari bahasa sunda yang bermakna nyeplak. Nyeplak suara yang dihasilkan saat makan yang berbunyi dengan mulut terbuka. Orang sunda sering menyebutnya cuplak ceplak yang dipahami sebagai aksi makan seenaknya dan terkesan kurang sopan, melawan tatakrama dan urakan. Meskipun demikian, gaya makan Cuplak-ceplak inilah yang menginspirasi nama dari Pasar yang sekarang beradai di tengah kota Garut ini.

Cerita tentang Nama ceplak sendiri berawal pada saat Garut mengalami kemarau panjang, kurang lebih tahun 1970an. Ketika itu warga Garut mencari alternatif makanan lain yang dapat di konsumsi selain nasi, sebab saat kemarau panjang sulit sekali mendapatkan nasi, jikapun ada harganya terbilang mahal.

Saat itu warga Garut mengkonsumsi Oyek, yaitu jenis makanan yang berbahan dasar singkong. Pada saat itu oyek merupakan makanan pokok yang enak, saking enaknya, pada saat warga Garut mengkonsumsi oyek timbul suara nyeplak. Sehingga kata ceplak menjadi pupuler dalam menggambarkan makanan enak.

Aneka Kuliner yang dapat di nikmati di Pasar Ceplak

Beragam makanan dapat anda nikmati di pasar ceplak ini. Terutama makanan-makanan cepat saji yang lebih nikmat bila di pasak dan di makan mendadak. Salah satu makanan khas Garut populer pun ada di saja, bila teman lokal ingin mencoba manis legitnya Burayot, bisa datang langsung ke pasar ceplak.

Selain itu, terdapat ratusan jenis makanan lain yang tidak kalah lezat dan wajib anda coba sepeti dodol, martabak, ayam goreng, nasi goreng, baso aci, es goyobod, ladu, angleng, endog lewo, dorokdok, dan lain sebagainya.

Satu tanggapan pada “Tahu Pusat Kuliner Di Garut? Pasar Ceplak Pastinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas