Tari Lenso dari Maluku? Ternyata sejarahnya menyentuh Hati

tari lanso

Mengenal banyak sejarah mungkin adalah hal yang paling keren menurut lokalman, apalagi kita berada di negara yang memiliki berjuta cerita dari mulai kesenian dan budayanya. Hal ini yang harus kita syukuri, apalagi setiap daerah memiliki ciri khas keseniannya.

Seperti salah satu kota atau daerah yang akan lokalman ceritain nih, ada yang tahu dengan tarian lenso asal maluku? mungkin untuk orang yang ada diluar kota tersebut terdengar asing.

Namun tarian lenso merupakan kesenian yang memiliki sejarah yang menyentuh hati. Penasaran apa saja itu? Yuk simak sejarah dan informasi menariknya berikut :

Mengenal Tarian Lenso asal Maluku

Tari Lenso merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Maluku. Tari Lenso ini seringkali ditampilkan sebagai tarian penyambutan dalam berbagai acara adat, hiburan, maupun pertunjukan seni budaya.

Tari Lenso ini memiliki ciri khas di mana penarinya menggunakan sapu tangan atau selendang sebagai atribut. Tarian ini juga sering dijadikan sebagai ajang pencarian jodoh, lamaran, atau pertunangan.

Cerita tari lenso dan selendang yang bikin baper

Lenso atau selendang akan berfungsi sebagai jawaban. Jika diterima maka lamaran diterima, sedangkan apabila dibuang maka lamaran ditolak. Selain ditarikan oleh pemuda Maluku, Tari Lenso sering juga ditarikan di Minahasa, Sulawesi Utara.

Kemunculan Tari Lenso diperkirakan sejak bangsa Portugis datang ke Maluku pada tahun 1962. Pada awalnya, tarian ini adalah tarian bangsa Portugis.

Kata “Lenso” sendiri diambil dari bahasa Portugis yang artinya sapu tangan. Adapun sapu tangan yang digunakan untuk Tari Lenso umumnya berwarna putih atau merah seperti bendera Indonesia.

Tarian Lenso justru semakin membudaya ketika penjajahan Portugis digantikan dengan bangsa Belanda. Dalam era ini, Tari Lenso sering ditampilkan dalam perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina.

Dahulu Tari Lenso hanya ditarikan oleh penduduk desa Kilang yang ditugaskan untuk menari dalam pesta rakyat. Kemudian tarian ini berkembang dan mulai ditarikan di desa-desa lain, khususnya di wilayah yang mayoritas masyarakatnya beragama Kristen.

Tari lenso berasal dari Protugis

Tari Lenso meluas ke berbagai daerah seperti Leitimur, Nusaniwe, dan kota Ambon. Selain itu, Tari Lenso juga menyebar ke pulau-pulau lain seperti pulau Saparua, Haruku, dan Nusalaut.

Meski mulanya berawal dari bangsa Portugis, Tari Lenso diadaptasi dengan budaya masyarakat lokal. Pada akhirnya setelah bangsa Portugis meninggalkan Maluku, tarian ini masih terus ditarikan oleh masyarakat setempat hingga menjadi suatu tradisi hingga saat ini.

Tari Lenso memiliki sedikit perbedaan antara di Minahasa dan Maluku. Di Minahasa, Tari Lenso boleh dibawakan oleh pria dan wanita sedangkan atribut yang dipakai adalah selendang. Di Maluku, Tari Lenso hanya boleh dibawakan oleh wanita sedangkan atribut yang dipakai adalah sapu tangan.

Baca juga : Tari Janger, kesenian khas bali yang berperan penting dalam Politik

Fungsi dan Makna Tari Lenso

Tari Lenso memiliki makna sebagai ungkapan selamat datang kepada tamu. Tari Lenso juga mengungkapkan rasa gembira yang dirasakan oleh masyarakat setempat atas kunjungan dari tamu tersebut. Hal ini dapat dilihat melalui ekspresi dan gerakan tarinya yang lemah lembut. Gerakannya pun sederhana sehingga mudah diikuti oleh siapa saja.

Tari Lenso melambangkan kesantunan, rasa hormat, dan penerimaan kasih sayang yang tulus. Tari Lenso sendiri memiliki tema pergaulan yang berfungsi sebagai perekat persaudaraan dan kekerabatan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kostum Tari Lenso

Dalam pertunjukan Tari Lenso, para penari mengenakan Pakaian Adat Tradisional Maluku, yaitu Baju Cele, kebaya putih lengan panjang, dan Kain Salele. Baju Cele ini merupakan atasan yang dipakai di dalam kebaya. Kain Salele biasanya ditahan oleh tali kain renda agar tidak jatuh selama pertunjukan.

Rambut penari digelung atau disanggul dengan hiasan bunga ron putih sebagai pelengkap. Penari juga membawa sapu tangan atau selendang di tangan mereka.

Pertunjukan Tari Lenso

Tari Lenso biasanya ditampilkan oleh 6 hingga 9 orang di atas panggung. Gerakan Tari Lenso didominasi oleh gerakan tangan melambai ke depan dan gerakan kaki melangkah ke depan. Ada 3 gerakan utama dalam Tari Lenso, yaitu gerak maju, gerak jumput, dan gerak mundur.

Semua gerakan disesuaikan dengan irama dari iringan musik tradisional. Irama yang dimainkan biasanya bertempo sedang dan mengungkapkan keceriaan.

Alat musik yang biasa digunakan untuk pertunjukan Tari Lenso adalah alat musik tradisional Maluku, yaitu Tifa dan Totibuang.

Tifa adalah alat musik yang menyerupai gendang. Tifa terbuat dari kayu yang dilubangi di bagian tengahnya serta ditutup dengan kulit rusa. Sedangkan Totobuang mirip dengan Bonang pada seperangkat gamelan Jawa.

Baca juga : Tarian Remo, begini sejarah dan makna tarian khas Jombang

Gerakan Tari Lenso

1. Gerakan Maju

Dalam gerakan maju, kaki dan tangan kanan maju secara bersamaan diikuti dengan kaki dan tangan kiri dalam hitungan 4 dalam irama 4/4.

Posisi lutut ditekuk sehingga tubuh agak merendah. Bahu digoyangkan perlahan seiring dengan irama alat musik. Tangan yang di depan sejajar pinggang dan telapak tangan digerakkan ke atas. Lenso dibiarkan menjuntai ke bawah.

Posisi kepala miring ke arah dalam dan dagu sedikit bersandar pada bahu yang tangannya berada di depan.

Gerakan ini dipakai oleh penari untuk bergerak membuat pola lantai yang telah ditentukan.

2. Gerakan Jumput

Dalam gerakan jumput, lutut ditekuk dengan posisi rendah sehingga posisi badan setengah duduk. Tangan kanan dan kiri maju secara bergantian. Tangan yang ada di depan diangkat setinggi dada, sedangkan tangan yang ada di bawah dan sikut sedikit ditekuk.

Telapak tangan diputar dari dalam ke luar secara maksimal sehingga Lenso juga berputar. Posisi bahu berputar ke kiri dan kanan secara bergilir.

Posisi ini membuat sudut putaran kira- kira 90 derajat. Semua gerakan tersebut dilakukan dalam hitungan 4.

3. Gerakan Mundur

Gerakan mundur berfungsi dalam membentuk pola lantai. Gerakan ini sudah banyak dimodifikasi, disesuaikan dengan tempat dan kondisi saat tarian ini dibawakan

Bagaimana? menarik bukan? tentunya bukan hanya di kota maluku saja yang bisa Kamu kenali keseniannya, melainkan beragam daerah tentunya memiliki ciri khasnya. Maka dari itu, alangkah baik untuk kamu mengenal beragam kesenian daerah. Jadi sudah siap untuk menyebarkan informasi ini?

Demikianlah informasi yang bisa disampaikan, terimakasih telah membaca artikel ini hingga tuntas, tentunya tetap mencintai beragam budaya dan kesenian lainnya. Agar kamu dan kita semua semakin menjaga karya dari nene moyang kita.

Semangat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas