Beginilah Sejarah Tari Kedidi Khas Bangka Belitung, Fungsi & Maknanya

mengenal tari kedidi, mulai dari sejarah, makna hingga fungsinya

Hallo para sobat lokalklik, kembali lagi bersama saya mimin yang doyan rebahan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kembali mengenai budaya yang ada di Nusantara. Seperti yang kita ketahui, bahwasannya negara kita tercinta ini memiliki segudang suku, budaya, agama dan adat istiadat yang sangat beragam.

Maka dari itu, peranan saya sebagai penerus bangsa akan melestarikan dan mempopulerkan kebudayaan yang ada di Indonesia dengan berbagai tatacara, salah satunya dengan memposting ulasan tentang budaya tersebut. Semakin saya rajin dalam memperkenalkan budaya Indonesia, semakin banyak pula orang mengetahuinya.

Salah satu budaya yang ada di Nusantara ini yang akan kita bahas yakni Tari Kedidi. Apakah kalian sudah pernah mengedengar tarian tersebut? sepertinya belum yah, itulah alasan mengapa kalian mengklik artikel ini. Oke tidak perlu lama-lama, ini dia ulasannya :

Seperti Apa Itu Tari Kedidi

Tari kedidi merupakan sebuah tarian adat yang berasal dari Bangka Belitung. Tarian yang satu ini terinspirasi dari burung kedidi dari gerakannya yang unik.

apa itu tari kedidi?

Bangka Belitung mempunyai sejumlah tarian tradisi yang berkembang dari akar budaya rumpun Melayu, seperti Tari zapin, Gambus dan Campak. Berbeda halnya dengan Tari Kedidi, tarian yang satu ini memiliki pola gerakan unik karena mengikuti gerakan dari burung kedidi yang banyak dijumpai di desa-desa daerah Bangka Belitung.

Burung Kedidi sendiri merupakan sejenis burung yang suka hidup berkelompok dengan memiliki sebuah keunikan dalam pola kehidupannya, terutama pada saat bermain dengan sesama kawanannya. Serta tingkah laku mereka ketika mencari mangsa atau makanan di pinggiran pantai. Burung kedidi ini memiliki warna bulu putih dengan paruh yang menyerupai seperti bebek dan ekornya yang bergerak gerak.

Tari Kedidi adalah tari penghibur, perpaduan musik dan gerak yang sangat dinamis. Biasanya, Tari Kedidi mainkan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya oleh para muda mudi penduduk setempat Bangka Belitung. Tarian yang diadaptasi dari burung kedidi ini sangat menarik sebab diiringi oleh alat musik tradisional jenis Dambus (2 buah Gendang, 1 Gong dan 1 Tamborin) dan dipadukan juga dengan berbagai gerakan seperti gerak pedang dan unsur silat.

Sering kali pula Tari Kedidi ini di pertandingkan sehingga terus memicu improvisasi gerak pribadi dari setiap individu maupun kelompok, akan tetapi tetap tidak meninggalkan gerak dasarnya yakni gerak Burung Kedidi yang di dominasi dengan nuansa lincah, gagah, lembut dan genit.

Baca juga : Tari Yospan asal Papua yang bakal bikin hati kita terenyuh

Sejarah tari Kedidi

Awal mula terciptanya sebuah tarian kedidi ini menurut salah satu pewarih yang masih tersisa saat ini yaitu bernama Kamarul, beliau lahir pada tahun 1935. Berdasarkan penjelasan pamanya Kamarul, bahwa tarian ini diciptakan oleh seorang jejaka yang berprofesi sebagai nelayan dan juga petani yang diperkirakan hidup dizaman Kesultanan Palembang yang berkuasa atas pulau Timah ini, jejakan tersebut bernama Abu Latief.

awal mula terciptanya tari kedidi

Abu Latief kerap kali menghabiskan waktu di bibir pantai, yang dimana burung kedidi sama-sama suka bermain didekat pantai. Yang kemudian beliau terinspirasi dari burung kedidi yang sedang mandi dan melihat gerak lidah serta kelucuannya dari burung tersebut. Selain itu, Abu Latief juga tela menciptakan iringan musik yang terbuat dari bahan-bahan alami yang ia temukan di lingkungan sekiatar pada saat itu.

Baca juga : Sejarah Tari Gandrang Bulo

Makna dari tarian Kedidi

Makna yang terkandung didalam sebuah tari Kedidi yakni penggambaran burung kedidi itu sendiri sebagai bentuk pelipur lara. Seiring berjalannya waktu, tarian ini digunakan untuk mengalabui para penjajah yang pada kala itu ingin menangkap tentara keamanan rakyat (TKR) yang telah melakukan pemberontakan.

makna gerakan tari kedidi

Selain makna gerakannya, pola pada lantai pun mempunyai makna dan kontektualisasi antara lain, yang pertama makna dari pola berbaris sejajar yang seakan-akan menjadi kesatuan untuk memberi penghormatan. Setelah itu pola berjajar dalam dua garis mencirminkan burung Kedidi yang lincah dan suka melompat kesana kemari sambil memainkan kepiting.

Dan yang kedua, pola lantai melingkar yang memiliki makna bahwa burung Kedidi mempunyai suatu kebiasaan dalam kehidupannya yaitu sering berkumpul atau berkelompok bersama kawanannya. Kontekstualisasi gerakan Tari Kedidi adalah menceritakan tentang kepahlawanan serta keadaan lingkungan masyarakat pada kala itu.

Fungsi tari Kedidi didalam upacara adat

fungsi tari kedidi pada upacara adat perang ketupat

Tari Kedidi merupakan sebuah tarian tradisi yang menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang berasal dari daerah Bangka Belitung. Tari Kedidi ini kerap kali dilakukan ketika upacara adat Perang Ketupat di desa Tempilang. Sehingga untuk saat ini tari Kedidi mempunyai fungsi yang cukup penting dalam masyarakat Kabupaten Bangka Barat seperti Seniman, Pemerintah, dan masyarakat umum karena adanya pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat tersebut.

Baca juga : Mengenal Gejog Lesung, sebuah kesenian yang berasal dari masyarakat agraris Yogyakarta


Kita sebagai penerus bangsa sudah senantiasa mengembangkan dan melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia dengan baik dan bijak. Hal ini bertujuan agar nantinya anak cucu kita nanti dapat berpartisipasi dalam kebudayaan tersebut, selain itu agar budaya Nusantara tidak punah oleh perkembangan zaman yang modern. Saya juga berpesan agar Tari Kedidi terus dikembangkan dan di populerkan agar menarik banyak orang lokal untuk memainkannya.

Oke segitu saja untuk pembahasan kita kali ini mengenai Tari Kedidi asal Bangka Belitung, semoga ulasan diatas dapat menambah wawasan kita tentang kesenian tradisional yang ada di Indonesia dan semoga bermanfaat yaa. Terimakasih

Satu tanggapan pada “Beginilah Sejarah Tari Kedidi Khas Bangka Belitung, Fungsi & Maknanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas