Sejarah Kesenian Sisingaan Khas Jawa barat, Tercipta sebagai Perlawanan!

Membahas suatu sejarah kesenian, pastinya menjadi pembahasaaan yang sangat istimewa dan menarik untuk dibahas. Terutama kesenian yang yang ada di Indonesia. Sangat bangga bukan? jika kamu bertempat tinggal disatu negara yang memiliki berjuta kebudayaan.

Indonesia merupakan negara yang berisi kekayaan yang sangat kaya, dimulai dari rempah-rempah, suku bangsa, dan tentunya kesenian. Tidak heran jika lokalman kali ini bersemangat untuk membahas dan menceritakan sejarah dari kesenian khas jawa barat, ngomong-ngomng tentang kesenian, kamu sudah tahu kesenian sisingaan belum?

yaps, sisingan merupakan suatau kesenian yang unik dan khas yang berasal dari Jawa barat, mungkin bagi kamu yang berada di wilayah jawa barat, pasti tidak asing lagi dengan kebudayaan satu ini atau jangan-jangan kamu sering naik sisingan? mungkin kalau admin sih engga berani, soalnya takut haha.

Salah satu hal menarik dari kesenian satu ini ialah, ternyata sisingan difungsikan jaman dulu sebagai sindiran kepada para penjajah lho. kenapa ya? Penasaran ? sebelum membahas kesenian, lokalman bakal kasih informasi terlebih dahulu megenai kesenian sisingaan satu ini.

Untuk kamu yang belum tau kesenian sisingaan, yuk temenin lokalman buat bahas sejarah sisingaan, berikut ini :

Mengenal Kesenian Sisingan dari Jawa Barat

Apa sih Kesenian sisingan itu?

Buat kamu yang belum tahu apa itu sisingaan, sisingan merupakan sebuah kebudaayaan atau kesenian yang berasal dari subang. Hal Menarik dari sisingaan ialah, menurut Pengrajin singa, kita sebut Abah Salim.

Awal mula dari keberadaan keseniaan sisingan khas subang ini, berawal dari kegiatan ritual masyarakat dan pada saat ini sisisngaan dijadikan sebagai hiburan untuk anak – anak yang akan melakukan khitanan atau sunat.

Hal tersebut agar anak-anak semakin berani untuk disunat. Kesenian sisingaan ini, difungsikan dengan cara diarak keliling kampung menggunakan kursi yang berbentuk singa. namun cerita tersebut hanya dialih fungsikan pada jaman jaman sekarang, namun sebelumnya sisingaan merupakan bentuk perlawanan bagi rakyat kepada para penjajah.

Lalu, bagaimana dengan sejarahnya? yuk kita intip bagaimana sejarah sisingaan pada saat jaman penjajahan, berikut ini :

Sisingaan Merupakan bentuk Perlawanan

Dalam sejarah sisingan, ternyata kesenian satu ini merupakan simbol kebencian warga subang terhadapp kapitalis perkebenunan dari penjajah, yaitu dari belanda dan inggris yang pada saat itu mendapatkan hak proteksi dari pihak pemerintah kolonial. Ketika itu, kaum – kaum kapitalis dari inggir mendirikan suatau perusahaan perkebenuan swastas, bernama PT Lands ( Pamanoekan en tjiansemlanden)

Perusuhaan itulah yang memegang hak ekploitasi perkebunan wailayah subang. Hal tersebut membuat warga subang murka dan marah, dan terciptalah kesenian sisingaan sebagai perlawanan.

Sejarah Terciptanya kesenian sisingaan

Kesenian sisingan tercipta pada tahun 1840 oleh para seniman yang berasal dari wilayah ciherang, yang memiliki jarak sekitar 5 km dari kota subang. Seni sisingan ini didapat dikategorikan sebagai sebuah perlawanan pada saat itu terhadap penjajah. Singa dari kesenian tersebut bersimbol sebagai negara belanda dan inggris, yang 2 negara terseut dpandang sebagai penjajah oleh rakyat subang pada abad 19.

Simbol perlawanan terhadap penjajah

Dalam pertunjukan sisingaan, ada dua boneka singa ( Boneka tersebut simbol dua negara eropa ) yang ditunggani dan dikendalikan oleh anak kecil ( simbol sebagai rakyat subang ) yang berada diatasnya.

Hal ini bermakna sebagai ejekan dan pelecehaan terhadap lambang kebanggan kaum kolonialis tersebut, demikian makna tersebut masih menjadi intprestasi simbol sisingaan kalangan warga subang sampai saat ini. Simbol dari boneka yang diduduki anak kecil bisa kita tafsirkan sebagai cerminan budaya anti kolonialisme dalam masyarakat subang.

Baca Juga : Ali Agrem Makanan Khas Jawa barat, Asli Ngeunah pisan euy!!

Sudah tau dengan sejarah dari kesenian sisingaan? lalu suda tau bagaimana pertunjukan dari kesenian sisingan ? berikut informasinya :

Pertunjukan Kesenian Sisingaan

Sedikit informasi kembali, kesenian sisingaan pada saat ini dilakukan untuk pengiring atau penghibur bagi anak-anak sebelum melakaukan khitanan atau sunatan, pastinya Anda bertanya – tanya, memang kesenian sisingan seperti apa pertunjukannya?

Pertunjukan sisingan pada umumnya dimulai dengan tabuhan musik dinamis, lalu diikuti oleh para pemain sisingaan atau pengusung sisingaan, dngan gerakan seperti pasang kuda-kuda, bangkaret, ancang-ancang, gugulingan ( berguling ) sepakan dua,, dan sebagainya.

Sisingan bergerak terus mengelilingi kampung atau desa yang anak-anak sunatan tersebut daidakan. Setelah berkeliling daerah kesenian sisingan kembali ketempat semulai dimulai.

Hal ini bertujuan agar para anak-anak semakin berani untuk melakukan khitanan atau sunatan. Sangat unik bukan? itulah budaya budaya yang Ada di indonesia, kita perlu berbangga karena dilahirkan dinegara yang banyak budaya.

Lalu, alat musik apa saja yang digunakan untuk mengiringin kesenian satu ini ? yaps tentunya beragam, berikut informasinya :

Alat musik pengiring Kesenian Sisingaan

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi kesenian sisingaan ini cukup sederhana, antara lain ialah : Kendang indung ( 2 kendang ) Terompet, goong, kecrek, kempuk, kempul, alat tersebut disatu padukan dengan nada – nada khas sunda yang menghasilaknirama yang sangat indah.

Mungkin untuk kamu yang berada di jawa barat pastinya akan terbayang dengan irama kesenian satu ini, lalu apa saja lagu yang dimainkan kesenian dari sisingan satu ini? berikut informasinya :

Lagu untuk mengiringi Kesenian Sisingaan

Dalam perkambangan jaman, lagu untuk mengiringi kesenian satu ini menggunakan lagu-lagu yang khas jawa barat atau kita kenah dengan lagu kawih, lagu tersebut diantaranya ialah agu Kidung, Lagu Titipatipa, Lagu Gondang, Lagu Kasreng, Lagu Selingan. Lagu lag tersebut diambil dari lagu kesenian seperti ketuk tilu, doger dan kelinignan.

Baca Juga : Seni Lais khas Garut, yang hampir punah di Tanahnya Sendiri!

Bagaimana? menarik bukan mengenai kesenian sisingan khas subang, Jawa barat satu ini? eits tunggu dulu, karena lokalman bakal ngasih tau kalian apa saja makna dari kesenian satu ini, berikut maknanya :

Makna dari Kesenian sisingaan

  • Makna Komersial kesenian sisingaan, ternyata mampu meningkatkan kesejahteraan, maka antusiasme munculnya sejumlah kelompok kesenian sisingan satu ini dari berbagai desa untuk ikut festipal, dengan menujunkan peluang bisnis yang menggiurkan, mungkin kesenian sisingaan kali ini seperti seni banjidoran.
  • Makna Universal kesenian sisingaan, dalam setiap etnik atau bangsa sering kali mempunyai pemujaan terhadap binatang singa ( terutama untuk negara eropa dan afirka) meskipun dijawa barat tidak terdapat habitat dari singa, tapi konsep kerakyatannya dan sikap singa yang ditimbulkan dan diterima sebagai miliknya, terbukti pada kesenian sisngaan.
  • Makna sosial Kesenian sisingaan , masyarakat Subang percaya bahwa jiwa kesenian rakyat sangat berperan dalam diri mereka, seperti egalitarian, spontanitas, dan rasa memiliki dari setiap jenis seni rakyat yang muncul.
  • Makna Spiritual Kesenian sisingaan, dipercaya oleh sebagaian masyarakat untuk keselamatan (selamatan) atau syukuran.

Bagaimana? sudah paham dengan kesenian khas subang jawa barat ini? demikianlah informasi yang bisa Lokalman sampaikan, mungkin hal ini dapat menjadikan Kamu untuk tetap cinta dan bangga terhadap budaya yang ada di Indonesia, mungkin akan sangat sedih jika budaya dinegara kita sendiri malah terkenal oleh orang asing dibanding warga lokalnya.

Untuk itu, jangan lupa untuk menyebarkan kebaikan dengan cara menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan kesenian dari Indonesia. Terimakasih telah membaca artikel ini. Semoga kamu semakin mencintai negara indonesia dengan mengikuti lokal Klik seterusnya.

4 tanggapan pada “Sejarah Kesenian Sisingaan Khas Jawa barat, Tercipta sebagai Perlawanan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas