Sejarah “Fahombo” Tradisi Lompat Batu Asal Nias, Sudah Tau Belum?

mengenal fahombo tradisi suku Nias

Hallo sobat lokalklik, kembali lagi bersama mimin yang doyan rebahan dengan harapan adanya kemajuan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kembali mengenai budaya yang ada di Nusantara. Seperti yang kita ketahui, bahwa kesenian tradisional, adat, suku dan budaya yang kita punyai itu sangat beragam.

Terdapat salah satu sebuah tradisi unik yang berasal dari Nias yang terletak di kepulauan sebelah barat pulau Sumatera yaitu Fohombo atau lompat batu Fohombo. Tradisi lompat batu ini sinyalir sudah ada lho sejak dulu dan masih terbilang aktif hingga sekarang.

Bahkan keunikan dari tradisi lompat batu khas Suku Nias ini membuatnya cukup populer, baik dalam negri maupun luar negri. Saking populernya, Adegan seorang pria muda yang melompati batu ini pernah muncul dalam seri mata uang Indonesia. Tidak hanya itu saja, dulu sempat ada beberapa tayangan di televisi yang menayangkan adegan lombat batu asal Nias ini lho. Ingin tahu seperti apa? Yuk, simak ulasannya berikut ini :

Mengenal Tradisi Lompat Batu Fahombo Khas Nias

Fahombo atau hombo batu merupakan sebuah istilah yang dilontarkan oleh para penduduk setempat yang kita kenal saat ini bernama tradisi lompat batu. Orang-orang suku Nias, terutama para pemuda yang sudah beranjak dewasa mengharuskan melompat batu setinggi 2 meter dengan diameter kurang lebih 40 sentimeter dengan panjang sekitar 60 centimeter.

mengulas tradisi melompat batu khas suku Nias

Kenapa hanya para pemuda saja yang diharuskan melompat batu? Hal ini bertujuan untuk kesiapan pemuda tersebut dalam mengikuti perang. Dengan kata lain, jika seorang pemuda suku nias berhasil melewati atau melompati batu setinggi 2 meter tersebut, maka ia diperbolehkan turun ke medan pertempuran. Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah samu’i mbanua atau la’imba hor.

Uniknya, keluarga dari pemuda yang berhasil dalam melewati tantangan tersebut biasanya akan memotong atau menyembelih beberapa ekor ternak sebagai bentuk dari rasa syukur mereka atas keberhasilan putranya tersebut. Karena menurut para pemuda suku nias untuk mencapai keberhasilan dalam melewati batu setinggi 2 meter tersebut membutuhkan usaha yang keras dan latihan yang cukup lama.

tradisi melompat batu fahombo asal suku Nias

Jikalau ketika melewati batu tersebut dan menyentuh sedikit saja, maka pemuda tersebut dikategorikan tidak berhasil. Selain itu, jika sudah meloncat diperlukan teknik khusus dalam pendaratannya. Karena jika salah pada saat mendarat maka besar kemungkinan akan mengalami cedera.

Tradisi lompat batu hombo ini sudah dijalankan dari sejak zaman dulu hingga sekarang. Bahkan saking seriusnya, para suku nias kala itu suka menambahkan rintangan lain yang cukup eksterem yakni dengan manambahkan paku hingga bambu runcing di area sekitar batu loncatannya.

Baca juga : Baramasuen, sebuah tradisi bambu gila khas Maluku

Sejarah tradisi Fahombo

Dikutip dari beberapa sumber, menurut sejarah, awal mula tradisi melompat batu 2 meter ini muncul ketika peperangan antar suku atau desa yang terjadi di tanah Nias. Sebab pada saat itu, setiap kampung mempunyai benteng atau pertahanannya masing-masing yang ukurannya cukup tinggi.

awal mula tradisi batu fahombo dilaksanakan

Agar memenangkan peperangan dalam menembus pertahanan lawan atau benteng/batas diperlukan sejumlah orang untuk melewatinya dengan cara dilompat. Semenjak saat itulah, para suku Nias membuat tumpukan batu setinggi 2 meter yang bertujuan sebagai sarana latihan melompat bagi para pemuda sebelum turun langsung ke medan peperangan.

Meskipun peperangan antar suku atau soudara telah usai, tradisi fahombo ini masih tetap dilakukan karena sudah menjadi ciri khas atau sebagian besar dari tradisi yang sudah turun menurun dari nenek moyang dan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari budaya suku Nias.

Di zaman yang modern ini, ada sisi positifnya juga nih untuk tradisi Fahombo ini, yaitu guna menarik banyak wisatawan asing dan penduduk Indonesia untuk melihat adegan melompat batu yang tingginya 2 meter sehingga semakin populer.

Baca juga : Sejarah tari kedidi yang berasal dari Bangka Belitung

Makna dari melompat batu Fahombo

Yang perlu kalian garis bawahi yaitu bahwa tradisi Fahombo batu ini bukan hanya sekedar menunjukan seorang pemuda sudah beranjak dewasa atau syarat dalam mengikuti peperangan. Akan tetapi, tradisi ini juga sekaligus menjadi sarana dalam pembentukan karakter seorang pemuda yang tangkas, gagah dan berani dalam menjalani sebuah kehidupan.

makna tradisi fahombo

Prosesi waktu pelaksanaan tradisi Fahombo ini dilakukan bila seseorang memutuskan ingin melakukan lompatan batu, biasanya warga sekitar akan datang untuk berkumpul ke tempat pelaksanaan. Setiap peserta Fahombo akan menggunakan busana adat atau kostum yang khusus dipakai untuk para pejuang. Mereka disiplin melakukan barisan untuk menggu giliran melompat.

Dengan ancang-ancang yang tidak terlalu jauh, dengan gesit para peserta berlari kencang dan menginjakkan kaki pada tumpuan batu kecil sebelum batu utama. Pada saat proses melompat, para pemuda ini tidak diperbolehkan untuk menyentuk sedikit pun dari batu Fahombo, jika menyentuk sedikit saja, maka akan dianggap tidak berhasil atau gagal.


Bagaimana, tradisi yang satu ini cukup unik bukan? Apakah diantara kalian sudah ada yang tertarik ingin mencobannya? sebaiknya latihan dulu deh sebelum datang langsung ke tempat pelaksaan lompat batu Fahombo yang sesuguhnya di Nias. Tidak lupa juga untuk mempersiapkan mental yang kuat.

Oke segitu saja untuk pembahasan kali ini mengenai sebuah tradisi unik dan menarik lombat batu fahombo khas suku Nias, semoga ulasan diatas dapat menambah wawasan kita tentang budaya yang ada di Indonesia dan semoga bermanfaat ya. Terimakasih sobat lokalklik, sampai bertemu kembali di pembahasan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas