Alat Musik Dambus Khas Bangka Belitung Punya Sejarah Yang Unik Lho!

fakta menarik tentang dambus

Alat Musik Dambus – Berbicara mengenai alat musik tradisional tentunya tidak akan ada habis-habisnya, pasalnya alat musik kuno atau tradional yang diwariskan secara turun menurun oleh beberapa generasi pastinya memiliki keunikan dan ciri khasnya tersendiri.

Seperti pada alat musik tradisional yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini yaitu Dambus, apakah kalian pernah mendengar sebelumnya? Sayang benget jika tidak, karena alat musik dambus terbilang cukup populer terlebih lagi di daerah asalnya yakni Bangka Belitung.

Mengenal Alat Musik Dambus

Alat musik dambus merupakan sebuah alat musik petik yang berasal dari Bangka Belitung. Jenis alat musik tradional ini mirip sekali dengan gitar karena sama-sama mempunyai senar. Pada umumnya, gitar khas Bangka Belitung ini adalah sebuah alat musik berdawar yang memiliki 6 senar gitar.

mengulas dambus, alat musik petik berasal dari Bangka Belitung

Biasanya masyarakat umum Bangka Belitung mempergunakan dambus ini untuk mengiringi nyanyian dan tarian dalam sebuah upacara tradisional, acara pagelaran seni. Tak jarang juga, dambus ini dimainkan dalam sebuah acara pernikahan. Cara memainkan alat musik dambus yaitu dengan cara dipetik seperti bermain gitar, ukulele, guitalele dan sejenisnya.

Alat musik dambus terbuat dari olahan kayu pilihan, berupa balok-balok yang sudah dipotong dan kemudian dibentuk sedemikian rupa hingga menggunakan pola yang sesuai dengan ukuran yang akan dibuat.

Untuk membuat alat musik dambus setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih 15 hari, karena pasalnya dari mulai membentuk potongan kayu menjadi gitar khas Bangka Belitung setengah jadi, memahatnya yang kemudian membentuk ruangan yang menghasilkan bunyi. Memasang tali dambus setidaknya memerlukan senar khusus guna menciptakan suara yang khas.

Baca juga : Mengulas Alat Musik Sasando

Ciri-ciri dambus

Untuk mengenali ciri-ciri alat musik dambus terbilang cukup mudah, pasalnya bentuk alat musik tradisional yang satu ini mirip seperti gitar. Namun bedanya, dambus memiliki kepala rusa pada bagian headstock dambus atau dibagian atas. Selain itu, pada bagian perut dambus diberi lubang sebagai ruang resonasi. Akan tetapi lubang tersebut nantinya akan ditutup menggunakan kulit kera atau kijang. Serta memiliki 6 buah senar.

mengenal ciri-ciri alat musik dambus khas Bangka Belitung

Untuk ukurannya sendiri cukup bervariasi, namun pada umumnya bentuk alat musik dambus ini tidak sebesar gitar dan tidak sekecil ukulele. Jenis kayu yang digunakan dalam membuat dambus menggunakan olahan kayu pilihan terbaik dengan karakteristik dan kualitas yang bagus, seperti kayu Cempedak atau kayu Kenanga hutan.

Alat musik petik asal Bangka Belitung ini menggunakan tiga buah senar, yang dimana setiap nadanya terdiri dari dua buah senar dan setiap senar juga mempunyai nadanya masing-masing. Tali ke 1 = F, tali ke 2 = C, tali ke 3 = G. Nada yang paling rendah adalah tali ke 3 yaitu G.

Baca juga : Mengenal Alat Musik Heo Asal NTT

Kelebihan dambus sebagai alat musik petik

Perlu diketahui bahwa dambus sendiri memiliki fungsi yang sama dengan alat musik petik lainnya. Kelebihan yang dimiliki alat musik dambus ini ialah dari segi bentuk yang unik dan mempunyai bunyi nada yang khas.

cara memainkan alat musik dambus

Sehingga alat musik tradisional khas Bangka Belitung ini sangat cocok digunakan sebagai pengiring nyanyian atau tarian dengan musik melayu. Terlebih lagi dambus juga bisa masuk sebagai pengiring alunan musik padang pasir jazirah Arab.

Sebagai alat melodis, dambus juga mampu digunakan dalam setiap jenis musik tradisional Bangka yang dimainkan dalam bentuk nada atau syair yang bernuansa penyambutan, penghormatan, syukuran, peringatan, perayaan upacara, khitanan dan lain sebagainya.

Baca juga : Tari Kedidi Khas Bangka Belitung

Sejarah Alat Musik Dambus

Dikutip dari berbagai sumber, dalam catatan tertulis tertua mengenai alat musik di Bangka Belitung, ditemukan catatan hasil penelitian Franz Epp, seorang warga negara Jerman yang pernah berkunjung ke Bangka sekitar tahun 1830-an.

asal usul dambus di Bangka Belitung

Dalam bukunya yang terbit tahun 1852 berjudul Schilderungen aus Hollandisch-Ostinden. Franz menyebutkan bahwa pada saat dia berkunjung ke rumah tradisional orang Bangka, di kamar depan (teras rumah), biasanya terdapat ornamen alat musik senar.

Alat musik tersebut dideskripsikan oleh Franz terbuat dari kayu keras yang ringan, yang kemudian dilubangi dan ditutup kulit monyet. Apa yang dilihat oleh Franz itu kemungkinan adalah dambus.

Bentuk fisik dan cara memainkan dambus tidak menyerap unsur-unsur gambus. Dulu gitar khas Bangka Belitung ini namanya “alat musik petik senar”. Namun ketika masuk Islam, diseraplah, gambus menjadi dambus.

Upaya Pelestarian Dambus, Gitar Khas Bangka

Sebelum agama Islam masuk Bangka di abad ke-16, alat musik dambus diyakini menjadi sarana hiburan dan pergaulan bagi muda mudi setempat. Namun setelah Islam masuk, dambus juga digunakan untuk syiar agama. Petuah, ajaran, larangan, dan berbagai nasihat diselipkan dalam syair lagu yang berbentuk pantun yang dinyanyikan oleh pemain dambus.

upaya pelestarian dambus di Bangka Belitung

Salah satu syair lagu dambus yang sangat dikenal setelah era masuknya Islam adalah “Abu Samah”. Sebelum Islam masuk, ada “Aliun”, “Hantu Berayun”, dan “Ancok Ati”. Syair-syair lawas itu hingga kini masih dimainkan.

Sampai akhir tahun 1990-an, musik tradisional ini masih cukup populer. Dambus dimainkan di panggung-panggung hajatan yang berhubungan dengan upacara daur hidup, seperti cukur rambut, sunatan hingga perkawinan, juga di acara seperti taber (ruwatan) kampung dan sedekah rumah. Tak jarang, pemain dambus bahkan menjadi idola masyarakat.

Seperti nasib kesenian tradisional di Tanah Air lainnya, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tak banyak lagi yang tertarik menekuni alat musik tradisional petik khas Bangke Belitung ini. Namun saat ini, para pemain dambus umumnya didominasi oleh orang-orang tua yang usianya sudah di atas 50-an tahun.

pertunjukan alat musik tradisional khas Bangka Belitung

Di berbagai panggung perhelatan, posisi alat musik tradisional ini semakin tergeser oleh alat musik modern seperti organ tunggal, yang dinilai jauh lebih menarik dan kekinian ketimbang gitar khas Bangka Belitung tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, upaya pewarisan alat musik tradisional ini kepada generasi muda menghadapi tantangan besar. Padahal, sejak tahun 2003, dambus sebenarnya telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kini, gitar khas Kepulauan Bangka Belitung ini dipertunjukkan dalam kemasan yang lebih modern. Alat musik tradisional asal Bangka ini dikolaborasikan dengan alat-alat musik lain, seperti piano, biola, drum hingga gitar akustik. Selain itu, dibuat komposisi musik baru dengan tetap memosisikan dambus sebagai instrumen utama. Sambutannya cukup positif.

Satu tanggapan pada “Alat Musik Dambus Khas Bangka Belitung Punya Sejarah Yang Unik Lho!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas